Aku merasa kamu sudah membaca tulisanku malam itu. Status-statusmu beberapa hari ini yang membuatku merasa begitu yakin. Aku tahu sifatmu yang ingin tahu banyak hal, tentu kamu penasaran dan diam-diam mencari tahu tentang aku.
Mungkin saja kamu merasa sakit hati setelah membaca rangkaian prosaku itu. Tapi aku hanya mengungkapkan apa yang kurasakan. Semua kata-kata itu keluar begitu saja dari sudut hatiku yang terdalam.
Kamu harus tahu aku juga penasaran, akankah kamu mengucapkan selamat ultah untukku hari ini? Dan ternyata tak disangka kamu mengucapkan begitu cepat, walau kata-kata selamat itu hasil copy paste dari teman lainnya. Namun jujur, aku bahagia.
Membaca statusmu hari ini, kurasa kamu sudah mulai berdamai dengan diri sendiri. Tulisan yang kau ketik sendiri, bukan hasil dari google seperti biasanya. Kata-kata yang sangat bijak. Aku yakin tulisan itu kau tuju khusus untukku, di hari ulang tahunku.
Mungkin kamu benar, doa bisa saja mengubah takdir. Hanya dengan doa dan usaha kita bisa menggapai apa yang kita inginkan. Kehidupan ini memang tak terduga, semua bisa saja terjadi dalam sekejap mata. Semua itu memang sudah digariskan oleh-Nya.
Dan bicara masa lalu, semua orang punya masa lalu. Aku tidak menjudge seseorang dari masa lalunya. Yang kulihat adalah bagaimana orang tersebut di saat sekarang dan seterusnya.
Teman... Aku menghormatimu sebagai orang yang lebih tua dariku. Sungguh aku juga tidak bermaksud menyakitimu dengan sikapku kala itu. Dan aku hanya bisa menumpahkan semua lewat tulisan. Hanya dengan menulis aku bisa meluapkan semua rasa. Lidahku terasa kelu bila harus berbicara tentang amarah, kecewa dan sakit hati.
Teman... Kuharap kamu juga membaca tulisanku malam ini, kunanti jawaban-jawabanmu di statusmu besok. Kuharap kita bisa seperti dulu lagi, bercanda dan tertawa. Membuat berbagai macam lelucon meskipun semua itu tak lucu.
Teman... Ketika kutahu kamu sakit hati, aku jadi tidak tenang. Benar... Aku melakukannya dengan sengaja supaya kamu tahu aku marah dan tidak suka diperlakukan seperti itu. Tapi, setelah kusadar kamu tersakiti, hatiku pun ikut terluka. Itu sudah menjadi sifatku yang tak bisa menyakiti.
Teman... Hanya ini yang bisa kutuliskan untuk mewakili perasaanku. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku bukanlah orang jahat, tetapi terpaksa menjadi jahat bila harga diriku sudah terluka. Akhir kata, terimakasih untuk hari ini teman.
Yo mamma,,, bijak kali nyaa,,
Saya hanya bisa tersenyum membaca sebuah ungkapan yang begitu menyentuh .
Sungguh, aku yakin postingan anda kali ini benar menerobos dalam hatinya .
Saya kagum dengan tulisan/ungkapan anda .
Sebuah tulisan yang berhaga jutaan .
Great u'r post
Hahaha... Ada-ada aja @munawire ne. Btw komentarmu ini terpaksa buatku tersenyum-senyum sendiri.
O m g,,
Jak eh keudeh, singoeh meuhayal teuma .
Nyan ka atra geutanyoe
Lol
Hehe... Baiklah...
Goood night sweet dreams
Sleep thight
temannya main steemit juga? hihihi
Gak main steemit ihan, tetapi dia tahu nama akun Siti.Bisa di searching lho di google. Hahaha
luar biasa...✌
Hehe makasih @d4ysign
Keren temennya, ajak pindah ke steemit aja
Siti yg keren atau teman siti? Hehe. Gak berani ajak say...
Dua2nya keren😎
Ajaklah temannya maen Steemit pula Kak @sittihabir.
Hehehe ntar ya klo moodnya udah bagus diajak. Salam kenal @ettydiallova
bunga yg bagus
Makasih @romyjaykar
masama sobat setia di steemians. salam sukses..
Sukses kembali
aminn... semoga kita sama2 suks...