FANATISME SALAH

in #indonesia7 years ago (edited)

Pembicaraan malam ini di sebuah warkop di Krung Geukuh masih seputaran kekalahan Liverpool atas Real Madrid pada final UCL subuh minggu lalu. Bahasannya bukan goal fantastis Bale, bukan pula blunder kiper Liverpool Loris Karius, apalagi semua sepakat kualitas Madrid lebih bagus dari Liverpool tentu tak jadi bahasan, namun gerakan Ramos terhadap Mohammed Salah benar-benar memukul pendukung Liverpool yang membuat pertandingan malam itu sepert tragedi Liverpool dan Mesir, itu masih jadi trending topic di meja-meja warung kopi, bahkan beberapa meja dimerger agar diskusi ini menjadi seperti sidang paripurna Warkop. Hehehe..

image
Source_Image

Termasuk saya, kecewa sekali dengan gulat Ramos yagn terasa brutal mematahkan tulang pundak Salah. Bukan hanya sebagai fans Barcelona saya menjadi fans karbitan Liverpool subuh itu, namun juga karena saya pernah ngefans sama Liverpool dan punya jersey Liverpool yang dihadiahkan teman akrab saya saat kuliah dulu. Ya saya kagum dengan pemain Liverpool saat itu, Robbie Fowler, alasannya subjektif saja, saya dan fowler setiap tahun merayakan ultah bersama. Maksudnya sama tanggl ulang tahunnya, tapi Fowler ngerayakan di negerinya sendiri.

Alasan subjektif pula sebenarnya mencuat ketika kita senang terhadap seseorang, atau suka ke sebuah klub. Saya pernah suka Real Madrid karena seorang Clarence Seedorf. Abaikan alasan seseorang mengatakan suka karena filosofi klub, itu alasan belakangan saja untuk memantapkan kekagumannya, seperti saya menyukai Barcelona gara-gara Louis van Gaal melatih klub ini. Saya suka beliau itu karena membibit pemain muda di Ajax Amsterdam, saat beliau pindah ke Barcelona, saya ikutan ngefans Barcelona, hingga sekarang bertahan karena pemain-pemainnya juga. Bisa saja kalau Messi pindah ke Persib Bandung saya akan ngefans Persib. Begitulah rasa suka itu, nurut, manut, ngikut, bela-bela, ngotot-ngotot, bahkan pasang badan.

image
Source_Image

Termasuk banyaknya yang ngefans Mohammed Salah, pemain Mesir yang bermain di Liverpool. Bukan tak beralasan, Salah merupakan pemain muda potensial yang diharapkan merusak dominasi Ronaldo dan Messi sebagai pemain terbaik dunia. Salah menunjukkan prestasinya, sebagai pemain terbaik salah satu liga terbaik dunia, BPL, Salah punya andil besar membawa Liverpool di puncak perhelatan final UCL tahun ini. Salah dicintai bukan hanya jago mengolah benda bundar itu, secara subjektif, Salah dicintai karena idealismenya sebagai seorang muslim taat. Dia tetap berpuasa meski beratnya pertandingan malam itu, bahkan ketika harus menangis keluar lapangan, Salah menolak pemberian minum dari staff kesehatan Liverpool. Karenanya wajar saja, banyak muslim Indonesia ngefans Salah karena solidaritas sesama muslim. Bahkan banyak pendukung Madrid yang muslim di kampungku marah ke Ramos karena mematahkan bahu Salah. Jangankan itu, di Inggris sendiri fanatisme untuk Salah berlanjut pada Yel yel pindah agama.

Mo Salah, La la la la
If he's good enough for u, he's good enough for me,
If he scores another few, then I'll be a moslem too

Sampai di sini saya mengagumi Salah sebagai seorang Muslim pesepabola yang mencitrakan Islam yang humanis, damai, jago dan santun. Meski kita juga tau banyak pemain sepakbola yang bermain di Eropa berdedikasi demi agamanya, sebut saja Frederick Kanoute saat bermain di Sevilla juga mendirikan mesjid, Eric Abidal muallaf perancis bermain di Barcelona adalah hafizh yang dermawan, atau Edin Dzeko yang menolak amal sosialnya dipublikasikan karena takut riyaa. Mereka juga berpuasa saat Ramadhan meski sedang bermain bola, mereka juga sujud ketika menjebloskan goal ke gawang lawan. Tapi Mo Salah adalah fenomena kekinian dengan citra keIslamannya.

image
Source_Image

Namun status ini mengajak kita sesama muslim untuk tidak saling menghujat bahkan sampai memutuskan silaturahmi sesama fans sepakbola, apalagi sesama muslim gegara insiden itu. Toh Salah sadar resiko benturan fisik hingga dia tidak menuntut apapun dari Ramos, dia pemaaf meski mungkin mengutuk resiko yang buat dia terancam gagal bermain di piala dunia Rusia Juni nanti membela Mesir negaranya.

Fanatisme adalah hal yang wajar, mengiringi kehidupan kita, suka dan tidak suka juga manusiawi, dalam porsi subjektif yang besar itu sisipkanlah pikiran objektif agar kita tidak terjebak pada penyakit hati. Agak menggelikan melihat perdebatan di warkop yang mengarah pada permusuhan sesama. Sungguh absurd gerakan Bela Salah oleh ratusan Muslim Indonesia berdemo di depan Kedutaan Besar Spanyol menuntut Ramos dihukum. Jenaka juga seorang pengacara Mesir Bassem Wahba yang menuntut Ramos Rp. 16,3 Triliun. Bahkan saya terpingkal-pingkal melihat sebuah status fb, Gerakan 7 juta status untuk Salah. Terus setelah 7 juta, Salah bisa sembuh ? Ramos langsung bayar Rp. 6,3 Trilyun ?.

Sudahlah, jangan sampai Fanatisme Salah berujung pada rusaknya ukhuwah, karena kalau itu yang terjadi sungguh Fanatime yang salah.

Sort:  

You got a 30.63% Upvote and Resteem from @ebargains, as well as upvotes from our curation trail followers!


50SP | 100SP | 250SP | 500SP | 1000SP | 5000SP | Custom AmountIf you are looking to earn a passive no hassle return on your Steem Power, delegate your SP to @ebargains by clicking on one of the ready to delegate links:

You will earn 90% of the voting service's earnings based on your delegated SP's prorated share of the service's SP pool daily! That is up to 38.5% APR! You can also undelegate at anytime.

We are also a very profitable curation trail leader on https://steemauto.com/. Follow @ebargains today and earn more on curation rewards!

excellent games!

Saya dengar akan ada aksi bela muhammad Salah juga di Jakarta Pak @atafauzan79 ,, kenapa ga dibuat aksi bela palestina aja lagi ya pak 😅

Itu hak setiap orang