CAMERA
Come on, this is the time to be
a camera.
Look, look and see,
without giving meaning.
Stare, stare, and stare
without words.
All, may be all, will behighlighted by the lenses:
An ant emerges from the knot,
pecked by the chicken.
Black cat writhing around the corner of the fence,
watching the streets.
The rocks do not move,
stepped on by a cat.
Dry grass,
clawed chicken.
Today is Sunday morning,
no need to worry about the sun.
All are still a baby,
no need to hurry, or to
run.
Now, focus on the streets:
Three girls walk hand in hand,
take off laughing, share a whisper.
Two little children crying on a bicycle,
looking at them.
A middle-aged motorcycle taxi driver on his back on a couch,
staring at the clouds.
A mother screamed towards the blue sky,
"Baby, baby!"
The ash-haired old man pushed the garbage cart,
stumbling mute.
Gray car split,
scattering dust.
Switch the lens, far away
to the horizon:
Gray skies, blue clouds, trees
purple.
Birds of all kinds, darting, crisscrossing,
measure the earth.
The river, the roofs of houses, the patches of rice fields spread out,
coloring things.
Turn lens,
to the spacious terrace, an old house
behind an open fence:
a mother who is pregnant
sunbathing alone.
Virgin girls
jumped,
catch dragonflies.
Now, close the lens,
turn off the camera.
Everything — maybe all — has been exposed to the lens
and will stack soon
in the troughs of forgetting.
========
(BAHASA INDONESIA)
KAMERA
Mari, inilah saatnya
menjadi kamera.
Melihat, melihat, melihat,
tanpa memberi makna.
Menatap, menatap, menatap
tanpa kata-kata.
Semuanya
semua mungkin tersorot lensa:
Seekor semut ke luar dari busut,
dipatuk ayam.
Kucing hitam menggeliat di sudut pagar,
mengawasi jalanan.
Bebatuan bergeming,
diinjak kucing.
Rerumput kering,
dicakar ayam.
Hari ini minggu pagi,
tak perlu mencemaskan matari.
Hari masih bayi,
tak perlu bergegas,
berlari.
Kini, fokus pada jalanan:
Tiga pemudi berjalan beriringan bergandengan,
melepas tertawa, berbagi bisikan.
Dua anak kecil menangis di atas sepeda,
menatap mereka.
Tukang ojek paruh baya telentang di sebuah dipan,
menatap awang-awang.
Seorang ibu berteriak ke arah angkasa biru,
“Jamu, jamu!”
Kakek berambut abu mendorong gerobak sampah,
terseok bisu.
Mobil abu-abu membelah,
menghambur debu.
Alihkan lensa, jauh
ke cakrawala:
Langit abu-abu, awan-awan biru, pepucuk pepohonan
ungu.
Burung-burung aneka rupa, melesat-lesat, saling-silang,
mengukur bumantara.
Sungai, atap-atap rumah, petak-petak sawah menghampar,
mewarnai akanan.
Belokkan lensa,
ke teras luas, sebuah rumah tua
di balik pagar terbuka:
seorang ibu mengandung
berjemur murung.
Dara ranum meloncat,
menangkap capung.
Kini, katupkan lensa,
matikan kamera.
Semua—mungkin semuanya—telah tersorot lensa
dan akan segera bertumpuk
di palung-palung lupa.
KAMERA
Mari, inilah saatnya
menjadi kamera.
Melihat, melihat, melihat,
tanpa memberi makna.
Menatap, menatap, menatap
tanpa kata-kata.
Semuanya
semua mungkin tersorot lensa:
Seekor semut ke luar dari busut,
dipatuk ayam.
Kucing hitam menggeliat di sudut pagar,
mengawasi jalanan.
Bebatuan bergeming,
diinjak kucing.
Rerumput kering,
dicakar ayam.
Hari ini minggu pagi,
tak perlu mencemaskan matari.
Hari masih bayi,
tak perlu bergegas,
berlari.
Kini, fokus pada jalanan:
Tiga pemudi berjalan beriringan bergandengan,
melepas tertawa, berbagi bisikan.
Dua anak kecil menangis di atas sepeda,
menatap mereka.
Tukang ojek paruh baya telentang di sebuah dipan,
menatap awang-awang.
Seorang ibu berteriak ke arah angkasa biru,
“Jamu, jamu!”
Kakek berambut abu mendorong gerobak sampah,
terseok bisu.
Mobil abu-abu membelah,
menghambur debu.
Alihkan lensa, jauh
ke cakrawala:
Langit abu-abu, awan-awan biru, pepucuk pepohonan
ungu.
Burung-burung aneka rupa, melesat-lesat, saling-silang,
mengukur bumantara.
Sungai, atap-atap rumah, petak-petak sawah menghampar,
mewarnai akanan.
Belokkan lensa,
ke teras luas, sebuah rumah tua
di balik pagar terbuka:
seorang ibu mengandung
berjemur murung.
Dara ranum meloncat,
menangkap capung.
Kini, katupkan lensa,
matikan kamera.
Semua—mungkin semuanya—telah tersorot lensa
dan akan segera bertumpuk
di palung-palung lupa.