Saya sering katakan kepada siswa , " jangan katakan susah, tidak bisa, dan capai", ketiga kata ini merupakan kata "menyerah" ketika sedang " berjuang ", walau benar susah, maka jangan katakan susah, simpan saja di hati, jangan katakan, dan kalau terucap maka 2/3 dari kemauan atau keinginan untuk bisa akan hilang, terus berusaha sambil terus mencoba dan mencoba, toh Agama mengajarkan kepada kita, barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, akan datang setelah kesukaran itu kemudahan, kata Roma juga, bersakit-sakit dahulu bersenang - senang kemudian,seorang yang optimis pantang menyebutkan kata "susah" dan sebenarnya yang sering mengatan kata"susah Pak", adalah mereka yang berpandangan pesimis, tidak percaya diri, dan lemah melihat dirinya, karena kurang keyakinan.
Perkataan "tidak bisa" juga merupakan kata yang lebih parah dari kata "susah ", ingat bahwa Allah itu, bagaimana prasangka hambanya, kalau hambanya mengatakan susah atau tidak bisa maka Allah enggan untuk menolongnya, berbeda ketika kita mengucapkan " Insya Allah saya bisa", sambil terus bersabar dengan penuh optimis, berusahalah terus-menerus, karena sukses itu luar bisa, sedangkan kegagalan itu "alami", bagai mana ketika kita dulu belajar berjalan, dan ketika kita jatuhpun, Ibu/Bapak selalu katakan " pinter nak", ayo coba lagi, ayo nak, bangkit berjalan lagi, dan teruuus sampai kita pandai berjalan, berlari dan berlari.
Begitu pula kata capai, kalau kita sedang capai/kecapaian ketika kita dalam perjuangan, yang padahal tinggal 15 menit lagi berhasil dan gool, begitu kita ucapkan "capai", juga 2/3 rasa optimis akan hilang , 1/3 nya menunda dan terkapar, akhirnya sirna keberhasilan dan gool tak akan terwujud.